Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.
Rasulullah bersabda “Ketika Hajar Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam” (HR Tirmidzi).
Umar bin Khatab berkata “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”.
Disini ku akan berbagi cerita tentang pengalaman ku mencium hajar aswad, 4 x (kali) ku mencoba mencium hajar aswad, al-hamdulillah akhirnya terlaksana.
Biasa nya sebelum atau sesudah solat fardu, aku dan jama’ah melakukan thawaf, setalah thawaf biasa nya ada keinginan untuk ikut antri ke barisan para jama’ah yang mau mencium hajar aswad.
Keinginan pertama ku kandas karena nyali ku yang langsung saja CIUT melihat banyak nya jama’ah yang antri berdesakan tidak karuan.
Sampai di hotel ku bercerita dengan jama’ah lain, ada yang sudah berhasil mencium ada juga yang belum, ku bertanya bagaimana sampai mereka berhasil, mungkin ada trik yang belum ku ketahui, ada yang bilang ikhlas saja, ada yang bilang pasrah saja, ada yang bilang tidak usah karena perempuan itu musti terjaga aurat nya karena saat kita mencium hajar aswad antara laki-laki dan perempuan jadi satu dan saling berdesak desakan walau antrian perempuan dan laki-laki dibedakan tetap saja kondisi nya tidak sesuai dengan yang diharapkan (antri dengan rapih).
Macam-macam jawaban dari jama’ah. Yah buat aku sih masukkan yang cukup membantu, tapi dalam hati kecil ku” masa sih aku datang jauh-jauh ga sempat mencium hajar aswad”, mmm.. semakin bulat saja keinginan ku untuk mencium nya, Mudahkan Ya Robb..
Keinginan kedua, dengan semangat yang lebih pastinya, ku beranikan diri untuk masuk ke dalam antrian para jama’ah yang mau mencium hajar aswad, benar-benar sesak, antrian yang ga jelas kapan usai nya, SECARA saat kita antri ada saja jama’ah yang menyelak (menyerobot) untuk masuk ke dalam antrian dengan rusuh, bagi jama’ah indonesia yang kebanyakan berbadan kecil salah satu nya aku, apa daya dibuat, yahhh hanya bisa bersabar, barisan antrian berirama maju lalu mundur, maju lagi lalu mundur lagi, terus saja bergitu, huhu subhanaAllah bener-benar tidak sesuai dengan harapan ku, akhir nya aku tidak tahan dengan situasi ini, ku Menyerah dan Keluar dari barisan antrian.
Mencoba lagi untuk yang ketiga kali nya, ku beranikan diri lagi , dan berusaha maksimal, untuk lebih pasrah lagi, untuk lebih ikhlas lagi, Ya Allah mudah kan lah.., ku masuk antrian dan tak henti henti nya ku lantunkan dzikir sebanyak banyak nya untuk kemudahan sunnah yang pernah dilakukan Bagindaku Muhammad Rasulullah.
Saat aku antri barisan untuk mencium hajar aswad, ada jama’ah dari negara yang berbeda (mungkin India/paskisatan) entah pasti nya apa, karena ku tak sempat bertanya, tapi kalau dilihat perawakan nya mungkin sekitar negara itu lah, ku tebak mereka 2 gadis yang saling bersaudara karean mereka kompak sekali (satu sama lain saling menjaga) untuk kesatu tujuan mencium hajar aswad, entah apa yang mereka lihat dari aku, tiba-tiba saja 2 gadis itu mengajak aku untuk ikut bersama, aku tak dapat menolak, mereka menuntun tangan ku menuju barisan depan, tangan kanan kiri ku dipegang erat, Allahhu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, kita bertiga terusa saja berdzikir, ku menagis karena tak tahan dengan suasana yang tidak mengenakan (berdesakan) Ya Robb mudahkan Ya Robb terus saja air mata ku mengalir, masih jauh hajar aswad dari padangan mata ku, hati ingin sekali terus melangkah mendekat hajar aswad, tapi badan ini menolak, rasa capek dan sakit begitu terasa, besar nya badan-badan jama’ah dari negara lain yang membuat badan ku terasa sakit, Allahu Akbar, akhir nya ku melepasakan eratan tangan mereka dan mencoba keluar barisan antrian tersebut. hilang dari padangan ku w gadis itu, mudah-mudahan kalian dapat mencium hajar aswad dan berdoa disana.
Malam terakhir di Makkah al-mukaromah, ku curhat dengan teman ku satu jama’ah yang kebetulan kita bertiga masih single, tentang pengalaman ku mencium hajar aswad yang belum berhasil, ada satu teman ku yang sudah mencium nya, Al-hamdulillah teman ku yang satu ini baik sekali nama nya ‘Eti’ dia mau mengantar ku ke hajar aswad, tapi waktu nya pagi sekitar jam 2, karena dia bilang kalau jam segitu ga terlalu padat, dibandingkan siang hari, ku coba yang keempat kali nya.
Ku pasang alarm sebagai alat pengingat, karena khawatir tidur ku terlalu lelap, Al-hamdulillah Allah hu Akbar dengan semangat ku bangun dari tidur, ku mendatangi kamar teman ku dan bersiap-siap untuk ke masjidil Haram, disana sebelum mencium hajar aswad, ku melakukan solat sunnah tahajud, hajat dan taubat, teman ku bilang, solat hajat nya minta untuk dipermudah mencium hajar aswad, selesai solat ku berdoa untuk kemudahan ibadah ku, ku memohon agar Allah selalu membimbing ku dalam segala hal.. Amiin.
Al-hamdulillah Allahu Akbar, masuk aku dalam antrian barisan jama’ah yang mau mencium hajar aswad, subhanaAllah ga terlalu padat dibanding siang hari, Alhamdulillah rasa nya ku benar-benar dipermudah, ada seorang laki-laki yang menjagaku (entah siapa) hingga aku selesai mencium hajar aswad dan berdoa didalam nya, “Ya Robb Ampuni Dosa ku, Kabulan Hajatku ..amiin” . perasaan ku saat masuk kedalam kerangka hajar aswad dan mencium batu itu, terasa hening dan sunyi, mm dunia terasa berhenti seketika, bener-bener ku manfaat waktu yang sangat-sangat singkat itu dengan doa yang bener-benar singkat, Semoga doa ku ter-ijabah ya Robb..amiin.

nice history
thx ^_^
alhamdulillah…assalamualaikum….
wa’alikumusalam wr wb ..