Feeds:
Posts
Comments

Jalan – Jalan pertama kali nya ke tempat wisata, berdua aa ku terkasih,

Curug Sidoma yang berlokasi di desa peusing, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat,

Wisata yang cukup murah dan menyejukkan, cukup untuk merefresh otak dari penat nya pekerjaan yang menumpuk setiap hari nya :D

Tidak banyak kata, langsung saja aku posting picture nya yang berhasil di abadikan sekedar tuk dikenang ;)

Sayang memang karena tidak sempat masuk ke danau linau-tomohon-sulawesi utara , yang kata nya bagus sekali pemandangan nya, dengan warna danau yang sangat indah, hmmm.. mungkin lain waktu bisa datang kesana,

Berhubung tempat yang akan dikunjungi sangat banyak , jadi kita memilih untuk masuk ke danau tondano dan hanya singgah sebentar saja di linau, tak apa walau begitu, kita masih bisa berpoto-poto walau dari luar saja :D , sayang jika tidak di ceritakan atau tidak ditampilkan hasil jepret nya,

baiklah berikut memory nya ;)

Terimakasih untuk, adik pipit yang sudah mau menyupir kemana saja, untuk 2 sepupu pipit yang baik hati yang sudah menemani jalan-jalan dan diperbolehkan nya singgah makan malam di rumah nya, tanpa kalian aku ga akan bisa kemana-mana dan ga akan tau ada banyak tempat – tempat indah di sulawesi utara ;)

Terimakasih ter-untuk Fiharani Resmana (pipit) yang sudah mengizinkan ku bermalam di rumah nya dan meluangkan waktu nya untuk mengajak ku jalan-jalan keliling di kota manado.
Yups, tepat nya hari minggu kita jalan-jalan di sekitar mall manado, hari minggu memang penutupan jalan untuk kendaraan bermotor / car free day , jalanan disekitar mall dijadikan tempat untuk JJP (Jalan-jalan pagi):D, agak sulit memang menuju pintu masuk mall secara kita menggunakan motor, tetapi setelah bernego dengan polisi yg jaga kita berhasil masuk kebelakang mall tersebut #hebat pit ;) ,

Selain jepret jepret di belakang Mall, aku juga menikmati pemandangan kota manado dari hotel Minahasa, SubhanaAlloh indah sekali ciptaan Mu, pemandangan yg jarang sekali dilihat dengan mata (ada lautan dengan pegunungan di dekat kota) hmmm indah sekali.

pitri juga mengajak ku ke malalayang, kolam renang gratis kata nya :D , ramai sekali dengan anak-anak dan pengunjung lain yang ingin menghabiskan waktu luang nya dengan keluarga disana, sunggguh menyenangkan.

Smp ku di SLTPN1 Babakan Ciwaringin CIrebon Jawa Barat.
Kenangan yang, hmmm bener-bener ga bisa dilupakan,
kebersamaan dalam suka maupun duka bersama temen-temen seperjuangan dalam menuntut ilmu.

berikut memory nya ;)

Jalan-jalan kali ini bersama temen kampus, nama nya Novi, jadi model yang ada disini selain saya sendiri yah tmen saya itu, harap maklum :D , model terbatas :P

lokasi kebun raya bogor terletak tidak jauh dari terminal berenang siang, kalau darana kita bisa naik angkot …..

Nah berikut picture yang berhasil di abadikan, semoga membantu kawan-kawan jika akan berkunjung kesana.

This slideshow requires JavaScript.

oh yah yang punya waktu banyak, jangan sampe ada yg kelewat disana, kunjungi semua hehe
apa lagi bawa kamera, hmm.. cocok buat belajar jepret jepret :D
beberapa lokasi yg ada :
- dedaun
- koleksi tanaman air
- koleksi palm
- Rumah anggrek
- koleksi tanaman obat
- koleksi pandan
- monumen jj smith

have a nice trip ;)

Ya Robb, Besok Genap Usia ku 28 thn.

Ya Robb, Kasihi aku, Sayangi aku, Bimbing aku dalam setiap langkah ku.

Ya Robb, Hanya pada Mu tempatku mengadu, Hanya pada Mu ku berserah diri.

Ya Robb, beri aku ke-sabaran yang tiada batas atas  ujian yang Engkau berikan.

Ya Robb, beri aku ke-ikhlasan  dalam setiap ketetapan yang Engkau putusan.

Ya Robb, jadikan aku hamba-hamba yang selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan.

Tiada yang ku minta, kecuali Ridho Mu.

ku memohon dengan sangat.

aamiin – aamiin -aamiin Ya Robal ‘aalamiin.

Jangan Jatuh Cinta
by : Maidani

Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini

Menjadi penghuni…
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri…
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu

Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu…
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 2 x

Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan 2 x

Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 5 x

Hati-hati SMS Merah Jambu

“Tetap istiqomah, Ukhti… Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.” Sender : Ikhwan +62817xxx

Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, “Ada apa?”, “Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca sms tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya.

“Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini.” Sender : Ikhwan +628179823xxx

Untuk apa dia memberitahukan ini padaku. Bukankah banyak ikhwan atau akhwat lain? Nada protes bergema di benaknya. Tapi di suatu tempat, entah di mana ada derak-derak yang berhembus lalu. Derak samar bangga menjadi perempuan yang terpilih yang di-sms-nya.

Pagi itu, handphone kesayangannya berbunyi. “Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.”

Dada membuncah hampir meledak bahagia. “Dia bahkan ingat hari lahirku!” Dibacanya dengan berbunga-bunga. Tapi pengirimnya… Sender : Akhwat +6281349696xxx

Senyum tergurat memudar. Tarikan napas panjang. Kecewa, bukan dari dia. Ringtone-nya berbunyi lagi.

“Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.” Sender : Ikhwan +628179823xxx

Dia!Semburat jingga pagi jadi lebih indah berlipat kali. Senyumnya mengembang lagi. Dan bunga-bunga itu mekar-lah pula.

Cerita di atas tadi selurik gerak hati seorang akhwat di negeri antah berantah yang sangat dekat dengan kita. Gerak hati yang mungkin pernah bersemayam di dada kita juga. Bisa jadi kita mengangguk-angguk tertawa kecil atau berceletuk pelan, “Seperti aku nih,” saat membacanya. Hayo… ngaku! He he…

Mari kita cermati fragmen terakhir dari cerita tadi. Kalimat sms keduanya persis sama, yang intinya mengucapkan dan mendoakan atas hari lahir (mungkin mencontek dari sumber yang sama hehe…). Sms sama tapi berhasil menimbulkan rasa yang jelas berbeda. Karena memang ternyata lebih berarti bagi si akhwat adalah pengirimnya, bukan apa yang dikatakannya.

Namun sebenarnya, apakah Allah membedakan doa laki-laki dan perempuan? Mengapa menjadi lebih bahagia saat si Gagah yang mendoakan? Semoga selain mengangguk-angguk dan tertawa kecil, kita juga berani memandang dari sudut pandang orang ketiga. Dengan memandang tanpa melibatkan rasa (atau nafsu?), kita akan bisa berpikir dengan cita rasa lebih bermakna.

Konon, cerita tadi terus berlanjut.

Suatu hari yang cerah, sang akhwat mendapat kiriman dari si ikhwan itu. Sebuah kartu biru yang sangat cantik. Tapi sayang, isinya tidak secantik itu. Menghancurkan hati akhwat menjadi berkeping-keping tak berbentuk lagi. Kartu biru itu adalah kartu undangan pernikahan si ikhwan. Dengan akhwat lain, tentu saja. Berbagai Tanya ditelannya. Mengapa dia menikah dengan akhwat lain? Bukankah dia sering mengirim sms padaku? Bukankah dia sering me-miscall ku untuk qiyamull lail? Bukankah dia ingat hari lahirku? Bukankah dia suka padaku? Mengapa…mengapa…

Dan air mata berjatuhan di atas bantal yang diam. Teman, jangan bilang, ya… dia hanya tidak tahu, ikhwan itu juga mengirimkan sms, miscall, mengucapkan selamat hari lahir dan bersikap yang sama ke berpuluh akhwat lainnya!

Ironis. Sedih, tapi menggelikan, menggelikan tapi menyedihkan. Sekarang siapa yang bisa disalahkan? Akhwat memang seyogiyanya menyadari dari awal, sms-sms yang terasa indah itu bukan tanda ikatan yang punya kekuatan apa-apa. Siapa yang menjamin bahwa ikhwan itu ingin menikahinya? Bila ia berharap, maka harapanlah yang akan menyuarakan penderitaan itu lebih nyaring.

Tetapi para ikhwan juga tak bisa lari dari tanggung jawab ini. Allau’alam apapun niatnya, semurni apapun itu, ingatlah, sms melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Putih si pengirim, tak menjamin putihnya juga si penerima. Bisa jadi ia akan berwarna merah muda. Merah muda di suatu tempat di hati atau menjadi rona di pipi yang tak akan bisa disembunyikan di depan Allah.

Bagi perempuan, sms-sms dan bentuk perhatian sejenis dari laki-laki bisa menimbulkan rasa yang sama bentuknya dengan senyuman, kedipan menggoda, dan daya tarik fisik perempuan lainnya bagi laki-laki.

Menimbulkan sensasi yang sama. Ketika perempuan bertanya berbagai masalah pribadinya padamu, seringkali bukan solusi yang ingin dicari utamanya. Melainkan dirimu. Ya, sebenarnya perempuan ingin tahu pendapatmu tentang dia, apakah dirimu memperhatikannya, bagaimana caramu memandang dirinya. Dirimu, dirimu, dan dirimu… dan kami –kaum hawa- sayangnya, juga memiliki percaya diri yang berlebihan, atau bisa dibahasakan lain dengan ‘mudah Ge-Er’. Jadi, tolong hati-hati dengan perhatianmu itu.

Paling menyedihkan saat ada seorang aktivis yang tiba-tiba berkembang gerak dakwahnya atau semangat qiyamul lailnya karena terkait satu nama. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Ketika kita menyandingkan niat tidak karena Allah semata, maka apalah harganya! Apa harganya berpeluh-payah bukan karena Dia, tapi karena dia. Seseorang yang sama sekali bukan apa-apa, lemah seperti manusia lainnya.

Laki-laki dan wanita diciptakan berbeda bukan saling memusuhi, bukan juga saling bercampur tak bertepi, tapi semestinya saling menjaga diri. Secara fisik, emosional, atau kedua-duanya. SMS tampak aman dari pandangan orang lain, hubungan itu tak terlihat mata. Tapi wahai, syetan semakin menyukainya. Mereka berbaris di antara dua handphone itu. Maka dimanapun mereka berada, syaitan tetaplah musuh yang nyata!

Wahai akhwat, bila kau menginginkan sms-sms itu, tengoklah inbox-mu. Bukankah disana tersusun dengan manis sms-sms dari saudarimu. Saudari-saudarimu yang dengan begitu banyak aktivitas, amanah, kelelahan, dan kesedihan yang sangat memerlukan perhatianmu. Juga begitu banyak teman-temanmu yang belum mengenal Islam menunggu kau bawakan sms-sms cahaya untuk mereka.

Ada saatnya. Ya, ada saatnya nanti handphone kita dihiasi sms-sms romantis. Sms-sms yang walaupun hurufnya berwarna hitam semua, tapi tetap bernadakan merah muda. Untuk seseorang dan dari seseorang yang sudah dihalalkan kita berbagi hidup, dan segala kata cinta di alam semesta.

Cinta yang bermuara pada penciptaNya. Cinta dalam Cinta. Bersabarlah untuk indah itu.

“Ummi, abi lagi ngisi ta’lim di kampus pelangi. Di depan abi ada beribu bidadari-bidadari berjilbab rapi, tapi tak ada yang secantik bidadariku di istana Baiti Jannati. Miss u my sweety.”

“Abi, yang teguh ya, pangeranku…rumah ini terasa gersang tanpa teduh wajahmu. Luv ya”
————————————————————————————————————————-

Renungan : masih mau smsan “sayang-sayangan” dengan yang bukan MUHRIM…???
SIAP NANGGUNG DOSA????
PIKIRKAN baik-baik . . .
Nisa hanya mengingatkan bukan MEMAKSASubhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.Sumber :

♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati ✿✿♥♥
http://www.facebook.com/zaujie.zaujatie

Ku mencintamu utuh tak tersentuh….,

Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh,
maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..

Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya,
dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..

Lalu apa yang ku khawatirkan?
Dan kenapa pula ku harus mengejar?
Tidak, aku tak sudi..
Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..

Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya?
Pahamkah maksudku?

Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta?
Ku akui, akupun juga…
Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu..
Rasa yg entah akan berlabuh di mana?
Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu,
membuatmu menangis karena rindu,
ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu,
atau bukan kau yang dia pilih?
Tak malukah? Tak malukah?

Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya
jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…
Wahai para lelaki, tak cemburukah?
Tak cemburukah?
Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih
kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu,
namun ternyata kau yang akan meminangnya.

Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu,
ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya?
Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah?
Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..

Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya….
Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .
Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu?
Untuk apa Kau kuras energi?
Karena apa kau habiskan airmatamu?….
untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?

Dan ku katakan padamu.
Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu.
Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta
Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses?
Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku..
Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan,
dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..

Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH,
padamu..
Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku….

 

♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati ✿✿♥♥

http://www.facebook.com/jewel.4myhubby

Join page “Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran”
http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837

Seperti dimaklumi, puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa sebagai proses penyegaran kembali (rejuvenation), baik fisik, mental, maupun spiritual. Ibadah ini bila dilaksanakan dengan benar dan dengan sikap batin yang kuat serta tulus karena Allah (imanan wa ihtisaban), maka ia dapat mengantar pelakunya meraih derajat takwa. (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Namun, untuk mencapai kualitas ini, seorang muslim mesti menjalankan puasa, tidak saja puasa lahir, tetapi juga puasa batin.

Puasa lahir, seperti diajarkan oleh para ahli fikih, ialah menahan diri (al-imsak) dari makan dan minum, serta melakukan hubungan suami-isteri dari terbit fajar hingga matahari terbenam dengan niat karena Allah.

Puasa batin, seperti diajarkan oleh para sufi, ialah menahan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah, bahkan menahan diri dari apa pun yang akan memalingkan manusia dari mengingat Allah. Horizon tertinggi dari puasa batin (internal fasting), menurut Imam Ghazali, juga menurut Kess Waaijman, dalam Spirituality: form, foundation, method (2002), adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya Yang Terkasih (God is the Beloved One). Puasa batin mengantar manusia mencapai esensi Islam, yaitu berserah diri secara total kepada Allah SWT (total surrender to god).

Dalam buku Asrar al-Shaum, al-Ghazali menetapkan enam rukun yang bersifat moral dan spiritual, agar puasa batin dapat mencapai sasarannya, yaitu sah (al-shihhah) dan diterima Allah (al-maqbul). 

Pertama, mensucikan pandangan (shaum al-bashar) dari segala hal yang dilarang oleh Allah. Pandangan itu berbahaya karena ia seringkali menjadi titik awal keburukan. Kata Nabi , ” pandangan itu merupakan salah satu anak panah Iblis (sahmun min sihami Iblis)”. (HR Hakim dari Hudzaifah ibn al-Yaman).

Kedua, menyucikan lisan atau perkataan (shaum al-lisan) dari dusta, gosip, dan adu domba. “Jangan berkata kotor dan jangan berbuat jahil.” (HR Bukahari dan Muslim). Orang yang berpuasa, demikian al-Ghazali, lebih baik diam (al-sukut), lalu banyak zikir, dan baca Alquran.

Ketiga, menyucikan pendengaran alias tutup telinga (shaum al-sam`) dari perkatan dusta dan kebohongan. Orang yang mendengar kebohongan sama buruknya dengan orang yang mengatakannya. Dalam Alquran, pendengar kebohongan disamakan dengan pemakan riba atau suap (QS al-Maidah [5]: 42 dan 63).

Keempat, menyucikan anggota tubuh yang lain (shaum baqiyat al-jawarih), seperti tangan, kaki, dan organ tubuh yang lain, serta mensucikan diri dari makan dan minum barang haram.

Kelima, mengurangi makan yang terlalu kenyang. Sebab, hal demikian bertentangan dengan salah satu tujuan puasa, yaitu melepaskan diri dari kendali syahwat perut.

Keenam, cemas, tetapi tetap penuh harap (optimistis) bahwa ibadah puasa yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.

Semoga kita tak hanya puasa lahir, tetapi juga puasa batin. Dengan begitu, puasa betul-betul menjadi penyembuh yang cespleng (infallible remedy) untuk kebugaran kita, baik fisik, psikis, maupun mental dan spiritual. Wallahu a`lam.

(Oleh Dr A Ilyas Ismail)

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.